Infoindo.com
Wisata » Komunitas

Kumpul Bareng Pencinta Kucing
Rabu, 06 April 2011 | 12:57:52 WITA | 2105 HITS

PIZZA Hut Mal Ratu Indah (MaRI) mendadak riuh. Satu persatu pengunjung yang duduk di meja 32 bercerita tentang kucing kesayangannya. Mereka terlihat senang. Yang datang belakangan juga tak kalah seru ceritanya.

Mereka komunitas pencinta kucing. Namanya Makassar Cat Lover\'s. Komunitas ini terbentuk beberapa waktu lalu. Meskipun keanggotaan masih sedikit, namun anggota MCL yakin ke depan komunitas ini akan berkembang. Apalagi populasi kucing di kota ini berkembang pesat.

Penggagas MCL, Nurrahmaniah atau yang biasa disapa Titik mengatakan, dari waktu ke waktu di Makassar dan sekitarnya, pencinta hewan kesayangan terutama kucing semakin meningkat. Apalagi menurut dia, rata-rata kepemilikan kucing setiap orang lebih dari dua ekor.

"Itu latar belakang kami membentuk komunitas ini. Sekarang kami sudah mendapat rekomendasi dan surat dukungan sebagai salah satu perhimpunan penyayang hewan di Sulsel dari Dinas Peternakan provinsi," jelas Titik.

Dikatakan, untuk komunitas MCL, paling banyak memelihara kucing jenis Persia, Anggora, serta Domestik atau kucing lokal. "Memang kucing kadang mahal, tapi kalau sudah sayang, itu menjadi tidak ada nilainya," kata Titik.

Yanti, pemilik dua kucing mengatakan, ia tertarik memelihara kucing karena lucu dan menggemaskan. "Kucing saya pintar. Tingkah lakunya lucu," katanya. Terkait pemeliharaannya, Yanti mengatakan ia sangat telaten. Termasuk sebulan sekali memandikannya. Pemberian vitamin untuk bulu dan nafsu makan juga rutin. "Saya juga menyiapkan kandang sendiri," bebernya.

Drh.R.D.Rahadi P.H mengatakan, memelihara kucing itu menyenangkan. Ia sendiri punya seekor kucing betina bernama Manis. Itu jenis kucing lokal. "Ia pintar sekali dan masih muda," ucapnya bangga.

Terkait perkembangan kucing di kota ini, Rahadi yang memang dokter hewan menjelaskan, waktu pertama datang ke Makassar 1983 silam, hanya satu atau dua orang pemilik kucing saja yang rutin ke tempatnya. "Tapi sekarang berkembang besar dan hampir seimbang antara yang memelihara kucing dan anjing," katanya.

Perbincangan dengan anggota komunitas MCL semakin ramai saat satu persatu anggotanya bermunculan. Muhibah yang datang bersama anaknya, sari, langsung ikut bicara soal kucingnya saat baru saja duduk.

"Kalau saya, tidak masalah makanan di rumah habis yang penting untuk kucing tetap ada. Kami sangat sayang Cinta, Cassey, Lady, Aray, dan Puteh. Cinta, Cassey, dan Lady itu kucing Persia. Sementara Arai kucing Himalaya," katanya.

Muhibah mengatakan, seminggu sekali ia memandikan kucingnya. Setiap memandikan kucing, ia menggunakan air hangat dan sampo. "Kucing kami juga selalu diberi parvum. Kukunya habis mandi dipotong. Kalau disisir, itu setiap hari," katanya.

Sari anaknya menambahkan, memelihara kucing itu menyenangkan. "Bisa menghilangkan stres dan menjadi hiburan karena bisa diajak bermain," imbuh Sari.

Sondang Sitorus didampingi suaminya mengaku memiliki empat kucing domestik. Namanya Chimot, Gray Kit, Grey Mot, serta Chinki. "Chimot itu pernah kami buang karena merusak tanaman di rumah. Tapi ternyata kembali lagi. Akhirnya kami pelihara saja dan kadangkan di gudang," katanya.

Rina Yasin salah satu anggota MCL yang memiliki kucing cukup banyak. Ia punya enam ekor. Ada Dora dan Dori yang blasteran Anggora-Persia, juga Moci yang blasteran Anggora dan kucing lokal. Dia juga punya kucing keturunan Madagaskar bernama Momo. Ada juga Doli dan Doci yang lahir dari perkawinan Persia dan jenis domestik.  

"Saya beli di Jakarta. Harganya paling mahal Rp4 juta. Tapi uang bukan masalah sebab memelihara kucing itu menyenangkan, seru apalagi mereka pintar-pintar. Saya menjadi tidak bete di rumah karena ada teman main. Kalau dulu saya kandangkan, sekarang kucing-kucing saya bebas di rumah bahkan tidur bersama saya," katanya.

Untuk perawatannya, Rina menjelaskan, seminggu sekali ia bawa ke dokter untuk disuntik atau salon. Tiap tiga bulan sekali ia rutin memberikan obat cacing. "Saya mandikan sendiri semuanya. Kalau potong kuku, kadang ke dokter juga. Pokoknya menyenangkan dan lucu. Habis makan kucing saya pakai tissu basah," bebernya sambil tertawa. (amr)


 
Wisata
Travelling | Senin, 24 Februari 2014
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi JAKARTA - Setelah diuji coba sepekan, bus wisata bertingkat mulai beroperasi, Senin (24/2/2014), di ...
Sportif
All Sport | Jumat, 23 Mei 2014
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik SLEMAN - Tim nasional Indonesia U-19 tampil gemilang saat menang 3-0 atas Yaman U-19 pada laga ...