Infoindo.com
Luar Negeri » Afrika

Listrik di Gaza Padam, Krisis Kemanusiaan Membayang
Kamis, 16 Februari 2012 | 12:44:12 WITA | 819 HITS

KOTA GAZA -- Pejabat Palestina dan kelompok hak asasi manusia yang berpusat di Jalur Gaza memperingatkan mengenai krisis kemanusiaan parah setelah pembangkit listrik yang menyediakan 35% kebutuhan rakyat Jalur Gaza berhenti beroperasi karena kekurangan bahan bakar.

Pemimpin komite yang mengupayakan pencabutan blokade Israel atas Jalur Gaza, Mohammed Abu Daff mengatakan organisasi kemanusiaan dunia harus turun tangan guna mengakhiri krisis yang berlangsung saat ini".

Ia mengeluarkan pernyataan tersebut selama pidatonya di hadapan anak-anak Jalur Gaza yang memprotes seringnya pemadaman listrik di daerah kantung pantai itu.

Di luar markas PBB di Kota Gaza, puluhan anak mengibarkan bendera Palestina, memegang poster yang meminta bantuan internasional, dan meneriakkan slogan yang mengutuk penghinaan yang mereka terima.

Wakil dari sektor pendidikan dan kesehatan Jalur Gaza serta mahasiswa bergabung dalam demonstrasi oleh anak-anak Jalur Gaza itu.

Abu Daff menyeru negara Arab, terutama Mesir, agar segera turun tangan dan membantu rakyat Jalur Gaza guna mengakhiri pemadaman yang sering terjadi dan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan mereka.

Krisis tenaga listrik tersebut mengingatkan rakyat di daerah kantung sempit dan miskin itu mengenai blokade yang diberlakukan Israel setelah HAMAS merebut kendali atas wilayah tersebut pada Juni 2007. Walaupun Israel meredakan sebagian blokade pada Juni 2010, tempat penyeberangan pentingperbatasan masih menghadapi pengawasan ketat.

Krisis tersebut, menurut sebagian pejabat Palestina, berawal sekitar dua pekan sebelumnya, ketika aliran penyelundupan bahan bakar industri untuk menghasilkan listrik mulai berkurang, demikian laporan Xinhua, Kamis (16/2).

Kekuatan bahan bakar, yang dimasukkan dari Mesir melalui terowongan bawah tanah, bukan hanya mempengaruhi pembangkit listrik tapi juga stasiun pompa bensin, tempat krisis kemanusiaan nyata terus membayang.

Produksi minyak sangat langka di Jalur Gaza dan segelintir kendaraan terlihat melaju di jalan.

Juru bicara bagi serikat stasiun pompa bensin di Jalur Gaza, Mohammed Abadla mengatakan kepada Xinhua bahwa krisis tersebut tetap tak terselesaikan kendati ada seruan intensif kepada para pejabat dan penyelundup agar lebih banyak bahan bakar mengalir ke daerah kantung itu.

"Penyebab krisis adalah bahan bakar di daerah Sinai, Mesir, serta keputusan pedagang Mesir untuk menaikkan harga bahan bakar," kata Abadla.

Ditambahkannya, pajak tinggi yang diberlakukan oleh HAMAS menjadi alasan lain.

Kekurangan parah bahan bakar telah memaksa banyak stasiun pompa bensin tutup sejak Selasa (14/2). Pembangkit listrik utama yang memasok sebanyak 35 persen kebutuhan listrik daerah kantung tersebut mematikan turbinnya pada hari yang sama.

Jalur Gaza memperoleh pasokan listrik dari tiga sumber utama. Yang terbesar ialah pasokan listrik Israel, yang mencakup daerah timur dan utara daerah kantung tersebut, lalu diikuti oleh listrik Mesir --yang mencakup kota kecil Rafah dan Khan Younis di bagian selatan. Sementara itu pembangkit listrik memasok Kota Gaza, yang memiliki 800.000 warga, demikian
jumlah resmi.


 
Wisata
Travelling | Senin, 24 Februari 2014
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi JAKARTA - Setelah diuji coba sepekan, bus wisata bertingkat mulai beroperasi, Senin (24/2/2014), di ...
Sportif
All Sport | Jumat, 23 Mei 2014
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik SLEMAN - Tim nasional Indonesia U-19 tampil gemilang saat menang 3-0 atas Yaman U-19 pada laga ...