Infoindo.com
Sportif » Tinju

Gagal Menikah, Nyawa Afrizal Tak Tertolong
Tinju Profesional Indonesia Kembali Menelan Korban
Kamis, 05 April 2012 | 10:28:52 WITA | 847 HITS

JAKARTA -- Dunia tinju profesional Indonesia kembali dirundung duka. Mohammad Afrizal, yang di ring tinju profesional dikenal dengan nama Afrizal Cotto, meninggal dunia di Rumah Sakit UKI Cawang – Jakarta Timur, Rabu (4/4) kemarin.

Petinju yang bernaung di sasana PDAM Padang, Sumatera Barat itu menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 05.00 Wib, Rabu pagi kemarin. Mantan juara nasional kelas Super Bulu versi Komisi Tinju Indonesia (KTI) itu meninggal dalam usia 30 tahun, setelah mengalami pendarahan otak, subdural Hematoma.

Mantan dokter ring tinju KTI, dr. Tommy Halauwet SP.B membenarkan, meninggalnya Afrizal Cotto akibat pendarahan otak di bagian kepala. “Tim medis di Rumah Sakit UKI sudah melakukan pertolongan terhadap almarhum namun cedera di bagian otak nya cukup berat , sehingga nyawanya tidak tertolong,” kata dr. Tommy.
 
Menurut dia, melihat kasus – kasus serupa yang pernah terjadi di tinju profesional Indonesia , seharusnya kejadian ini tidak perlu terulang lagi. “ Seharusnya Inspektur Pertandingan (IP) segera bertindak cepat menganjurkan kepada wasit untuk menghentikan pertandingan. Apalagi Afrizal sempat terjatuh beberapa kali saat bertanding,” kata Tommy Halauwet.

Jenazah almarhum Muhammad Afrizal langsung diterbangkan ke Medan Sumatera Utara, Rabu siang kemarin, untuk dimakamkan .

Manajer Afrizal, Azhar Latif ketika dihubungi mengatakan, Afrizal adalah salah satu petinju potensial. Pada 2008 dia pernah menyandang sabuk juara kelas Bulu ve3rsi Pan Asian Boxing Asociation (PABA).
“Almarhum adalah karyawan PDAM Sumatera Barat dan memiliki sosok yang ramah dan mudah bergaul,” kata Azhar Latif.

Petinju kelahiran Padang, 14 September 1981 bahkan sudah berencana hendak mengakhiri masa lajangnya. Dia akan menikah pada 15 April mendatang. “Saya sangat kehilangan apalagi almarhum merencanakan untuk Nikah pada 15 April nanti,” ujarnya.

Afrizal merupakan petinju pemegang gelar juara kelas Super Bulu versi KTI. Gelar itu dipertaruhkan dengan menghadapi penantangnya, Ivan Barita Marbun. Pada pertarungan yang berlangsung penuh 12 ronde, Afrizal dinyatakan kalah angks. Sehingga sabuk juara harus berpindah ke Ivan Barita Marbun.

Tak ada tanda-tanda aneh usai bertarung 12 ronde. Afrizal juga berjalan tegak menuju ruang ganti. Tetapi ketika hendak pulang, tiba-tiba dia terjatuh dan dilarikan ke rumah sakit, Sabtu malam lalu. Hingga akhirnya nyawa Afrizal tak tertolong.

Meninggalnya Muhamad Afrizal itu menambah panjang daftar petinju Indonesia yang meninggal usai bertanding. (cr-01/wmc)
Berikut Daftar Petinju Indonesia yang Meninggal Dunia
• 1948; Surabaya: Jimmy Koko (lawan: Meyer)
• 1950; Surabaya : Rocky Wang (atau Ricky Huang)(lawan: VIC Suatman)
• 1959; Surabaya : Robby Pav (lawan: Mohammad Yali)
• 1961; ---: Sarono (lawan: Tan Hwa Soei)
• 1978; Bandung: Atjeng Jim (lawan: Kai Siong)
• 1979; ---: Nasir Kitu (lawan: unknown)
• 1980; ---: Syamsul Bachri (lawan: unknown)
• 1984; Jakarta: Domo Hutabarat (lawan: Dadang Krinsa)
• 1985; --- : Suryanto (lawan: unknown)
• 1987; Jayapura: Agus Souissa (lawan: Michael Arthur)
• 1988; Blitar: Wahab Bahari (lawan: Hudi)
• 1988; ---: Suryanto (lawan: John Bonnex)
• 23 Desember 1990; Bontang: Bongguk Kendy (lawan: Bisenti Santoso)
• 15 Juli 1993; Jakarta: Yance Samangun (lawan: Mahmud)
• 11 Mei 1995; Jakarta : Akbar Maulana (lawan: Bugiarso)
• 16 Juni 2000; Jakarta : Dipo Saloko (lawan: Roy Saragih)
• 18 November 2000; Belawan: Bayu Young Iray (lawan: Herianto Kalam)
• 11 Maret 2001; Bekasi: John Namtilu (lawan: Hasan Purba)
• 2 April 2001; Cibinong: Muhammad Alfaridzi (lawan: Kongthawat Ora Sorkiti)
• 28 Oktober 2001; Manado: Donny Maramis (lawan: Stenly Kalalo)
• 4 Februari 2003; Jakarta : Johannes \\"Bones\\" Fransiscus (lawan: Slamet Nizar. "Bones" wafat pada 6 Februari 2003)
• 21 September 2003; Sumatera Utara: Mula Sinaga - Petinju Amatir - (lawan: Asahan Tuerino. Mula Sinaga wafat pada 24 September 2003)
• 23 Januari 2004; Jakarta : Antonius Jonathan Mosse (lawan: Kaichon sor Vorapin)
• 19 Februari 2004; Purwokerto: Jack Ryan (lawan: Syamsul Hidayat)
• 5 Maret 2005; Jakarta : Hendrik Bira (lawan:Mones Arepas - Bira lost TKO in 3rd on March 3, 2005)
• 16 Juni 2006; Manado : Fadly Kasim (lawan: Jibril Soamole. Kasim kalah TKO6)
• 15 Maret 2007; Jakarta : Anis Dwi Mulya (lawan: Irvan Bone). Anis kalah TKO ronde 6, wafat pada 20 Maret 2007
• 31 Maret 2012, Jakarta, Muhammad Afrizal (lawan Ivan Barita Marbun). Afrizal kalah angka. Wafat pada Rabu, 4 April 2012 pukul 05.00 Wib.




 
Daerah
Sulawesi | Selasa, 08 Januari 2013
BKN Akan Turun ke Jeneponto
BKN Akan Turun ke Jeneponto JAKARTA  -  Badan Kepegawaian Negara (BKN), akan secepatnya turun melakukan pemeriksaan ...
Ekobis
Finansial | Selasa, 14 Mei 2013
KPR Mandiri Tumbuh 22 Persen
KPR Mandiri Tumbuh 22 Persen JAKARTA,FMC - PT Bank Mandiri (persero) Tbk selama kuartal I 2013 ini telah menyalurkan kredit remilikan ...
Wisata
Hidup Sehat | Kamis, 20 Desember 2012
Lifebuoy Color Changing Bantu Anak CTPS
Lifebuoy Color Changing Bantu Anak CTPS JAKARTA,FMC - PT Unilever Indonesia Tbk, sebagai perusahaan terbesar dalam produk sabun, semakin gencar ...
Tekno
Gadget | Senin, 20 Mei 2013
Tablet Pertama dengan Windows 8
Tablet Pertama dengan Windows 8 JAKARTA - Acer sebagai salah satu vendor perangkat teknologi dunia kini merilis tablet terbaru. Dengan ...
Entertainment
Hidup Sehat | Kamis, 04 April 2013
Hipertensi Picu Stroke dan Jantung
Hipertensi Picu Stroke dan Jantung JAKARTA,INFOINDO - Hampir 51 persen dari kematian akibat stroke dan 45 persen  dari penyakit ...
Sportif
LSI | Kamis, 04 April 2013
FIFA Bakal Bina Sepakbola Indonesia
 FIFA Bakal Bina Sepakbola Indonesia JAKARTA,FMC - Federasi sepakbola tertinggi dunia (FIFA) berjanji, akan membantu sepakbola Indonesia agar ...
Luar Negeri
Asia | Senin, 06 Agustus 2012
Israel Larang Menlu RI Masuk Wilayah Palestina
Israel Larang Menlu RI Masuk Wilayah Palestina RAMALAH,INFOINDO -- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa batal mengikuti pertemuan luar biasa Gerakan ...