Infoindo.com
Nasional » Pemerintahan

1 Warga Sulsel Tewas Dalam Ledakan Kapal di Qatar
Rabu, 02 Mei 2012 | 11:56:16 WITA | 294 HITS

JAKARTA -- Empat orang warga Indonesia (WNI) tewas dalam ledakan kapal tug boat di Qatar, Minggu (29/4) lalu. Salah satu dari empat korban tersebut berasal dari Sulsel. Ismail Masajoang Jabbar, nama TKI yang meninggal, sedangkan tiga korban lainnya berasal dari Jawa. Selain itu, terdapat pula seorang WNI hanya mengalami luka ringan, sehingga total korban dalam ledakan kapal tersebut menjadi 5 orang.

Michael Tene, juru bicara Kementrian Luar Negeri RI yang ditemui, Selasa (1/5), kemarin membenarkan hal tersebut dan mengatakan saat ini dalam proses pemulangan keempat jenazah tersebut.

Kejadian meledaknya kapal terjadi pada tanggal 29 April, lalu sekitar pukul 16.00 sore waktu setempat. Dimana kapal tug boat milik perusahaan Nakilat-Svitzer Qatar yang ditumpangi 5 WNI meledak dan mengakibatkan enam orang yang meninggal. Dari 6 orang korban itu, empat diantaranya WNI dan seorang lagi hanya mengalami luka ringan yang sudah diperbolehkan keluar dari RS.

'Kedutaan kita di Doha sudah menangani, sementara jenazahnya disemayamkan di RS Al Khor yang berjarak 80 km dari Doha. Staf kami sudah ada di RS tersebut dan bahkan sudah mengikuti proses identifikasi keempat jenazah tersebut dan ternyata benar mereka adalah WNI. Saat itu juga kami menghubungi keluarga korban,' jelas Michael.

Mengenai secara jelas asal daerah dari (Alm) Ismail Masajoang Jabbar, pihak Kemenlu dalam hal ini lewat juru bicaranya masih merahasiakan kepada media.

'Saya tidak dalam posisi bisa menyampaikan data-data jelas korban tersebut, yang jelas pihak perwakilan kami di Doha sudah menangani baik hak-hak korban dengan perusahaan dan sudah menghubungi pihak keluarga,' cetusnya.

Dalam kesempatan lainnya, Direktur Perlindungan WNI melalui Kasi Repatriasi, Wina Retno Sari yang ditemui mengatakan belum mengetahui jelas alamat korban dari (Alm) Ismail, namun kami hanya punya nomor paspornya yakni W004463.

Untuk mendapatkan informasi yang jelas mengenai asal daerah dari korban (Ismail,red), selanjutnya dilakukan konfirmasi data di Direktorat Jenderal Imigrasi RI di Jalan Rasuna Said.

Kabag humas Direktorat jenderal Imigrasi, Maryoto Sumadi yang ditemui mengatakan bahwa untuk mengetahui data personal seseorang harus mengikuti prosedural yaitu berupa pengajuan persuratan dari intansi tempat bekerja. Selain itu, kalaupun untuk mengetahui data lengkap paspor harus mengetahui dimana tempat dibuatnya dan tahun berapa.

"Soalnya kami dari Direktorat Jenderal Imigrasi baru melakukan digitalisasi data-data pemohon paspor awal tahun 2006, dibawah tahun 2006 susah untuk mengetahuinya," tutupnya. (idr)



 
Wisata
Travelling | Senin, 24 Februari 2014
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi JAKARTA - Setelah diuji coba sepekan, bus wisata bertingkat mulai beroperasi, Senin (24/2/2014), di ...
Sportif
All Sport | Jumat, 23 Mei 2014
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik
Garuda Jaya Bungkam Yaman dengan Tiga Gol Cantik SLEMAN - Tim nasional Indonesia U-19 tampil gemilang saat menang 3-0 atas Yaman U-19 pada laga ...