Infoindo.com
Nasional » Pemerintahan

Menakertrans: Sistem Outsourcing Menyengsarakan
Rabu, 02 Mei 2012 | 12:10:14 WITA | 128 HITS

JAKARTA, FAJAR -- Pada dasarnya pemerintah sama sekali tidak suka dengan sistem outsourcing dan berharap tidak ada sistem kerja dengan cara itu. Sistem kerja outsourcing memang telah menyengsarakan pekerja, sehingga harus diawasi super ketat. Demikian disampaikan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dalam keterangan tertulis kepada FAJAR, Selasa, 1 Mei.

Untuk mengantisipasi lebih lanjut dari pelaksanaan sistem outsourcing, kata Muhaimin, pemerintah menggunakan dua cara, yakni menambah jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan dan menyusun Komite Pengawas Ketenagakerjaan Nasional.

Penambahan tenaga pengawasan itu sebut dia, dilakukan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sedangkan keberadaan komite, akan membantu menteri terkait dalam mengatasi masalah outsourcing, yang pelaksanaannya tidak sesuai dengan substansi.

Muhaimin mengatakan, outsourcing telah terbukti membuat sistem kontrak kerja yang merugikan para pekerja. Outsourcing sebut dia, harus ditegaskan tidak boleh dilaksanakan pada pekerjaan yang bersifat pekerjaan pokok.
"Dalam satu pasal UU 13/2003 tentang ketenagakerjaan, memang dibolehkannya outsourcing, namun, harus kita ditegaskan bahwa undang-undang itu yang dimaksud bukan pada pekerjaan pokok dan inti, tapi pekerjaan tambahan," tegasnya.

Menyangkut pengaturan pekerjaan tambahan, tambah Muhaimin, pemerintah dalam hal ini Kemenakertrans dalam waktu dekat, akan segera mengeluarkan Permenakertrans (Peraturan Menteri Tenaga dan Transmigrasi), yang mengatur secara detail mekanisme outsourcing. Sehingga, bisa menjamin keselamatan, kesejahteraan dan masa depan para pekerja. (asw)


 
Daerah
Sulawesi | Selasa, 08 Januari 2013
BKN Akan Turun ke Jeneponto
BKN Akan Turun ke Jeneponto JAKARTA  -  Badan Kepegawaian Negara (BKN), akan secepatnya turun melakukan pemeriksaan ...
Nasional
Hukum dan HAM | Rabu, 15 Mei 2013
DPD RI: Pengusaha Tambang Lebih Berkuasa dan Kaya dari Pemda
DPD RI: Pengusaha Tambang Lebih Berkuasa dan Kaya dari Pemda JAKARTA---Indonesia yang kaya tambang telah menjadi kutukan serta beban bagi daerah penghasil. Selain ...
Ekobis
Finansial | Selasa, 14 Mei 2013
KPR Mandiri Tumbuh 22 Persen
KPR Mandiri Tumbuh 22 Persen JAKARTA,FMC - PT Bank Mandiri (persero) Tbk selama kuartal I 2013 ini telah menyalurkan kredit remilikan ...
Wisata
Hidup Sehat | Kamis, 20 Desember 2012
Lifebuoy Color Changing Bantu Anak CTPS
Lifebuoy Color Changing Bantu Anak CTPS JAKARTA,FMC - PT Unilever Indonesia Tbk, sebagai perusahaan terbesar dalam produk sabun, semakin gencar ...
Tekno
Gadget | Rabu, 15 Mei 2013
Lumia 925, Unggul dengan Fitur Smart Camera
Lumia 925, Unggul dengan Fitur Smart Camera London - Produsen ponsel Nokia kembali meluncurkan varian terbaru dari jajaran telepon seluler pintar ...
Entertainment
Hidup Sehat | Kamis, 04 April 2013
Hipertensi Picu Stroke dan Jantung
Hipertensi Picu Stroke dan Jantung JAKARTA,INFOINDO - Hampir 51 persen dari kematian akibat stroke dan 45 persen  dari penyakit ...
Sportif
LSI | Kamis, 04 April 2013
FIFA Bakal Bina Sepakbola Indonesia
 FIFA Bakal Bina Sepakbola Indonesia JAKARTA,FMC - Federasi sepakbola tertinggi dunia (FIFA) berjanji, akan membantu sepakbola Indonesia agar ...
Luar Negeri
Asia | Senin, 06 Agustus 2012
Israel Larang Menlu RI Masuk Wilayah Palestina
Israel Larang Menlu RI Masuk Wilayah Palestina RAMALAH,INFOINDO -- Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa batal mengikuti pertemuan luar biasa Gerakan ...