Infoindo.com
Nasional » Politik

*Dialog Pilar MPR RI
Hajrianto: Pilkada Serentak Solusi Terbaik
Rabu, 13 Maret 2013 | 11:40:38 WITA | 274 HITS


JAKARTA,FMC - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari menolak usulan pemilihan kepala daerah (Pemilukada) gubernur, bupati, dan walikota dikembalikan ke DPRD, karena pemilihan langsung  sudah menjadi kesepakatan dalam menjalankan proses demokrasi.


Menurutnya, proses demokrasi dalam sistem pemilihan kepemimpinan nasional sudah diamanatkan dalam UUD 1945 Pasal 18 ayat 4, bahwa kepala daerah itu dipilih secara demokratis. Oleh sebab itu, dia mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali terus melangkah maju dengan terus berusaha meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkannya.


"Pilkada langsung lebih baik daripada pemilihan melalui DPRD. Hal ini implementasi dari demokrasi. Kita harus melangkah ke depan bukan ke belakang. Jadi saya rasa solusi yang baik adalah dilakukannya pilkada serentak. Dengan ini bisa menghemat anggaran dibandingkan dikembalikan ke DPR," ujar Hajriyanto dalam diskusi Pilar Negara dengan tema \'Implementasi Pilkada\' di Gedung Perpustakaan MPR, Nusantara IV, Jakarta, Senin, 11 Maret.


Menurut Hajriyanto, pilkada secara langsung sudah lebih baik dari pada pilkada melalui anggota DPRD, karena melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung. Jika pelaksanaannya masih ada kelemahan, menurut Hajriyanto, agar diperbaiki kelemahan tersebut bukan mewacanakan untuk mengembalikannya ke DPRD.


Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, kelemahan-kelemahan pilkada antara lain adanya praktik politik uang, kepala daerah dan wakil kepada daerah tidak kompak, rivalitas antarcalon yang berdampak terjadi bentrok antarpendukung serta biaya sangat tinggi.


Menurut dia, kelemahan-kelemahan tersebut bisa diperbaiki dengan memperbaiki aturan perundangan serta pelaksanaan yang dilakukan secara baik.


"Kalau praktik politik uang, pada saat dipilih oleh anggota DPRD juga sudah ada. Persoalannya, bagaimana membuat sanksi hukum sehingga calon tidak berani melakukan praktik politik uang," katanya.


Perihal biaya tinggi, menurut Hajriyanto, perlu diurai lebih rinci apa saja yang membuat biaya tinggi, misalnya biaya iklan di media massa, biaya pembuatan atribut, serta biaya mahar di partai politik.


Menurut dia, terhadap biaya tinggi tersebut bisa dilakukan efisiensi, misalnya membatasi iklan di televisi, serta menghapus adanya biaya mahar di partai politik.


"Sedangkan untuk biaya atribut dapat meningkatkan ekonomi rakyat, sehingga masih ada dampak positifnya," katanya.

Sementara itu, Pakar Demografi Universitas Indonesia Sony Hary Harmadi, mengusulkan, untuk meminimalkan biaya pilkada, dia mengusulkan dilakukannya pilkada secara serentak bertahap.


Ia mencontohkan, kepala daerah yang masa jabatannya akan selesai pada periode waktu tertentu, misalnya sekitar tiga bulan, dilakukan pilkada serentak. "Ini bisa mengurangi biaya penyelenggaraan pemilu," katanya.(idr)



 
Nasional
Politik | Rabu, 23 April 2014
Akbar dan JK Figur Capres Golkar Mumpuni
Akbar dan JK Figur Capres Golkar Mumpuni JAKARTA,FMC - The Founding Fathers House (FFH) menawarkan dua nama calon presiden (capres) untuk diusung ...
Ekobis
Komunikasi Bisnis | Senin, 21 April 2014
Hata Akan Panggil Mentri BUMN Terkait Akuisisi Bank BTN
Hata Akan Panggil Mentri BUMN Terkait Akuisisi Bank BTN JAKARTA – Rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sampai ...
Wisata
Travelling | Senin, 24 Februari 2014
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi
Bus Wisata Pemprof DKI Resmi Beroprasi JAKARTA - Setelah diuji coba sepekan, bus wisata bertingkat mulai beroperasi, Senin (24/2/2014), di ...
Tekno
Gadget | Selasa, 15 April 2014
Asus Luncurkan Zenfone
Asus Luncurkan Zenfone JAKARTA - Ditahun keduanya di Indonesia, Asus kembali meluncurkan produk terbarunya untuk kelas ...
Entertainment
Selebriti | Selasa, 15 April 2014
Jadi Tersangka Farhat Yakin Tak Dipenjara
Jadi Tersangka Farhat Yakin Tak Dipenjara JAKARTA - Setelah statusnya dinaikkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik yang ...
Sportif
All Sport | Selasa, 22 April 2014
Ancelotti Kaget MU Pecat Moyes
Ancelotti Kaget MU Pecat Moyes INFOINDO - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, mengungkapkan rasa simpatinya terhadap David Moyes, ...